Senin, 04 Januari 2021

Jenis kelamin di Thailand ada 18 macam?

 18 Jenis Kelamin di Thailand yang Jarang Diketahui, Serupa tapi Tak Sama




Thailand adalah negara asal muasal olahraga beladiri Muay Thai terkenal. Muay Thai adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Namun, ada pula seni beladiri yang mirip dengan Muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Selain terkenal akan Muay Thai, Thailand sering dianggap sebagai ibu kota transgender di dunia. Hal itu karena dilihat maraknya operasi jenis kelamin yang terjadi di sana. Selain itu, fakta bahwa orang-orang transgender di Thailand biasanya diperlakukan lebih baik daripada di tempat lain .

Akan tetapi, penerimaan transgender di Thailand jauh melampaui bukan hanya orang yang telah menjalani operasi kelamin. Namun, Thailand secara hukum mengakui "gender ketiga". Buktinya, ada 18 jenis kelamin di Thailand yang masih jarang diketahui.

Hampir semua negara di dunia hanya melegalkan dua jenis kelamin saja. Meski demikian, Negeri Gajah Putih tersebut telah meresmikan 18 jenis kelamin. Penasaran dengan 18 jenis kelamin selain pria dan wanita di Thailand


18 Jenis Kelamin di Thailand

1. Pria

Seorang pria yang menyukai wanita.

2. Wanita

Seorang wanita yang menyukai pria.

3. Tom

Seorang wanita yang berpenampilan seperti pria dan menyukai dee.

4. Dee

Seorang wanita yang menyukai tom.

5. Tom Gay

Seorang wanita yang menyukai tom dan dee.

6. Tom Gay King

Seorang tom yang gagah, tapi sebenarnya adalah wanita.

7. Bi

Seorang wanita yang menyukai semua, termasuk wanita juga pria.

8. Boat

Seorang pria yang menyukai semua, termasuk pria juga wanita.

9. Gay Queen

Seorang pria feminim yang menyukai pria.

10. Gay King

Seorang pria gagah yang menyukai pria.

11. Tom Gay Queen

Seorang tom yang menyukai tom feminin.

12. Tom Gay Two Way

Seorang tom yang merupakan tom gay king atau tom gay queen.

13. Lesbian

Seorang wanita yang suka wanita.

14. Kathoey atau Lady Boy

Seorang pria yang dioperasi plastik menjadi wanita.

15. Adam

Seorang pria yang menyukai tom.

16. Angee

Seorang lady boy yang menyukai tom.

17. Cherry

Seorang wanita yang menyukai pria gay dan lady boy.

18. Samyaan

Seorang wanita yang suka tom dan lesbian atau wanita

 


Sumber: Liputan6.com


Program Kuota Gratis untuk pelajar, mahasiswa, guru dan dosen dilanjutkan

Kemendikbud: Program Kuota Gratis Dilanjutkan di 2021

Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie menjadi pembicara dalam acara webinar dengan tema Refleksi Pendidikan 2020: Membangun Optimisme Pendidikan Indonesia.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku bantuan kuota gratis akan diteruskan di 2021. Setelah empat bulan belakangan ini, pemerintah lewat Kemendikbud memberikan kuota gratis kepada siswa, mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan lainnya.

Hal itu dikatakan oleh Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie dalam acara webinar secara online, seperti ditulis Kamis (31/12/2020). 

"Ibu Menteri Keuangan ( Menkeu) Sri Mulyani juga sudah mention, bahwa bantuan kuota ini akan diteruskan di 2021," ungkap Hasan. 

Selain Menkeu, kata Hasan, Presiden Jokowi juga meminta kepada Kemendikbud, agar program bantuan kuota gratis ini dilanjutkan di 2021. 

Meski begitu, bilang Hasan, terkait teknis kuota gratis di tahun depan masih akan dibahas bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Sekjen Kemendikbud Ainun Naim, bersama semua kalangan lainnya. 

"Ini kita meminta arahan, demi ikhtiar dan perbaikan yang sudah kita lakukan di September hingga Desember tahun ini," jelas dia. 

Hasan mengucapkan terima kasih atas apresiasi, dukungan, kritikan, dan masukan yang ditujukan ke Kemendikbud. 

"Masukan yang diberikan masyarakat atau lainnya ke Kemendikbud, itu agar kami lebih baik lagi. Agar siswa kita terus mendapat pendidikan di bangku sekolah, dalam rangka menjemput bonus demografi Indonesia di 2045," ungkap Hasan.  

Asal tahu saja, Kemendikbud menyalurkan kuota gratis kepada siswa, guru, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan lainnya di periode September sampai Desember 2020.

Bantuan kuota gratis ini terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum dimaksud adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses semua laman dan aplikasi

Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/. 

Peserta didik PAUD akan mendapatkan paket kuota internet sebesar 20 gigabyte (GB) per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. 

Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. 

Lalu, paket kuota internet untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. 

Sedangkan paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen ialah 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar

Sumber : Kompas.com

Minggu, 03 Januari 2021

PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA MEMBUTUHKAN WAKTU 15 BULAN 




Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi hari ini mengatakan hingga saat ini, Indonesia masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari BPOM. Jika izin tersebut sudah keluar, vaksinasi dapat segera dilaksanakan secara bertahap di 34 provinsi.

“Secara total, kita membutuhkan waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022, untuk menuntaskan program vaksinasi COVID-19 di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 181,5 juta orang,” katanya pada Konferensi Pers secara daring, Minggu (3/1).

Pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan akan berlangsung dalam 2 periode, yakni Periode 1 berlangsung dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Periode 2 berlangsung selama 11 bulan, yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

“Hal ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang muncul sebelumnya bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia,” ucapnya.

Ia menjelaskan yang dimaksud 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia, bukan untuk Indonesia. Sebelum dan saat proses vaksinasi berlangsung, pemerintah tetap mendorong seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Vaksin bersama, penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) dan penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran COVID-19 secara efektif.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi tenaga kesehatan dan petugas publik dan memprioritaskan mereka untuk menjadi kelompok pertama bersama pemerintah yang akan menerima vaksinasi,” ucap dr. Nadia.

Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat secara luas.

“Kita sangat berharap dengan adanya vaksin, maka tenaga kesehatan, khususnya, dapat segera pulang dan bertemu dengan keluarga mereka,” tambahnya.

Karena pentingnya proses vaksinasi, maka pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan vaksin yang aman dan efektif sesuai saran dari ITAGI, WHO, dan para ahli, untuk seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma.


Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/


Bupati Karanganyar menunda pelaksanaan KBM tatap muka yang rencananya dimulai pada bulan Januari 2021

BUPATI KARANGANYAR Drs. JULIYATMONO, M.M. MENYATAKAN MENUNDA PELAKSANAAN KBM TATAP MUKA UNTUK ANAK SEKOLAH YANG RENCANANYA DIMULAI  PADA JANUARI 2021


Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, M.M.

Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah per 1 Januari 2021 batal. Alasannya, kasus Covid-19 masih tinggi sedangkan vaksin juga belum bisa diedarkan kepada masyarakat.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, PTM menyasar para peserta didik berusia remaja dan anak-anak. Mereka dianggap rentan tertular Covid-19. Apabila PTM digelar, mereka kurang siap menerapkan protokol kesehatan (prokes).  

"Januari belum saya izinkan anak sekolah tatap muka. Apapun itu, saya masih mengkhawatirkankarena mereka generasi yang harus sehat," katanya kepada wartawan di Gedung DPRD Karanganyar, Kamis (17/12).

Ia tak mau mengambil risiko penularannya saat ruang belajar diramaikan peserta didik. Menurutnya, kesehatan mereka lebih penting dibanding urgensi menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah. Keputusan menunda PTM sudah disampaikannya ke jajaran Dinas Pendidikan agar meneruskannya ke manajemen sekolah formal maupun non formal. 

Meski demikian, ia mempersilakan berbagai inovasi pembelajaran daring maupun luring. Misalnya dengan home visit oleh guru ke kelompok belajar beranggota terbatas dan pemberian materi belajar via aplikasi ponsel.

"Silakan pembelajaran jarak jauh dengan daring asalkan nuansanya menggembirakan dan jangan memberatkan orangtua maupun siswa," katanya.

Lantaran penundaan PTM belum bisa dipastikan sampai kapan, ia berharap para peserta didik maupun orangtua dan para pengajar memahami kondisi di masa Pandemi Covid-19


Sumber : gatra.com


Berikut Pidato singkat Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, M.M.